Dear Aina Sahabatku
Mengapa kamu tidak pernah sadar Aina, kamu teman Aku yang sudah cukup lama. Tapi kamu justru tidak bisa mengerti perasaanku. Aina, mengapa harus Dia yang kamu jadikan saudara? Andai mungkin orang lain Aku masih bisa terima. Tapi Dia? Ai, apa kamu tidak bisa mengerti apa yang Aku rasakan ketika melihat keakraban kalian? Aku juga ingin seperti itu Ai, seakan-akan semua penjelasanku kamu acuhkan begitu saja. Jujur Aku sangat kecewa saat kamu lebih memilih untuk kehilangan dua-duanya. Ai, teman yang sudah bertahun-tahun tapi kamu setarakan dengan orang yang baru kamu kenal. Jujur Aku sangat tidak menyangka dengan keputusan itu. Apa? Apa? Apa salahku? Hanya karena cemburu dengan kedekatan Aku dengan teman kos? Ai, Aku tanya sama kamu. Apa Aku pernah berubah saat Aku mengenal mereka? Apa saya mengacuhkanmu? Kalau iya, silahkan tuntut Aku. Tapi Aku sudah berusaha untuk lebih mementingkan kamu. Karena itu sudah jadi janji dalam diriku.
Aku tau kamu kecewa dengan tahun baru itu, maafkan Aku Ai. Saat itu Aku tidak tau harus berbuat apa dan asal kamu tau Aku juga ingin sekali merayakan tahun baru bersamamu. Ingin sekali, asal kamu tau itu. Maaf kan Aku Ai,
Ai, Aku sangat merindukanmu, apa kamu juga merindukanku? Aku ingin bercanda ria lagi sama kamu. Mengapakamu berubah begitu cepat Ai? Sebenarnya Aku juga sangat kecewa sama kamu. Satu hal yang kamu katakan sama Aku dulu bahwa “Aku tidak akan berubah” kata2 itu yang membuatku sering menangis. Sungguh Aku sangat merindukanmu. Aku merindukan perhatian itu, sms basa-basi itu, pengertia. Dimana? Dimana? Dimana semua itu?
By Nina Sahabatmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar